Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

TAMBANG BATUBARA VS KABUN GATAH



MAMANTAT GATAH : Pak Oman mengabil getah karet di Kebunya yang 20 meter dari Tambang Batubara. Pekerjaan ini sudah beliau lakukan 10 tahun yang lalu, sebelum datanganya buldozer dan eksavator yang melakukan pembongkaran tanah di sekitar Kampungnya.
---------------------------
Asap rokok yang bergulung-gulung memenuhi hidung dan mulut beliau yang giginya sudah pada copot dengan topi rimba yang juga sudah pudar warnanya, dengan bangga beliau mengatakan ”kaya ini aja aku hidup sudah nyaman banar”, ujar pak romansyah, tapi beliau lebih suka di panggil pak oman. 
PAK OMAN : Petani Gatah dari Desa Bitahan Baru-Kab. Tapin

Aku mendapat banyak pelajaran tumatan beliau ini, umur pak oman ne sudah 55 tahun. Aku takoni pabila sidin lahir, sambil memaenkan pisau pantatnya (toreh) di pohon gatak yang sudah siap di sadap, beliau mengatakan "saya to tahunya lahir aja tahun 65, kalo tanggal lahirnya kada ingat lagi am."


Kami tinggal di daerah ini sejak tahun 1977, ini dahulunya adalah lokasi trasmigrasi untuk pensiunan kepolisian di Kalimantan Selatan. Jadi orang tua saya dahulu polisi dan setelah pensiun maka kami mendapat jatah lahan 2 hektar; 1 hektar untuh tanah garapan dan 1 hektarnya lagi untuk tanah cadangan. Kalo untuk penanaman pohon gatah, sudah kami tanam sejak tahun 1997 sampai sekarang 14 tahun umur pohon gatah ulun ne”, ujar sidin dengan rasa bangganya sambil mamingkut pisau garit.

Kalo di hitung-hitung juwa, memang pendapatan bakabun gatah ne kada kaya menjuwal tanah nang langsung dapat banyak ratusan juta atawa miliaran rupiah. Tapi amun tiap hari rutin di sadap, hasilnya ganal juwa kalo di kalikan lawan sabulan atawa satahun.

Menurut pak Oman “Pemdapatan nang ulun dapat dari mayadap/manoreh sebanyak 450 pohon ne sekitar 30 kilogram per harinya, selama sebulan ulun  bagawi to liburnya paling poll to 6 hari, jadi kira2 24 hari lawan juwa harga gatah wayah ini sudah Rp.13.000/kilogramnya”.

Kira-kira kaya ini perhitungan penghasilan manggaret gatah ampun pak Oman ini. 24 hari efektif bagawi x 30 kilogram penghasilan per harinya x Rp.13.000 harganya perkilogram = 9.360.000/bulannya. 

Rabu, 05 Oktober 2011

BISNIS HINTALU ITIK ALABIU


HINTALU ASIN itik Alabiu.

....crita ini bagaian dari juragan gatah AHDIANSYAH dalam mengguritakan bisnisnya di kampung....

HINTALU Asin Itik Alabio yang sudah siap juwal, biasanya selain menjadi iwak makan nasi kuning atawa lontong bisa dimakan langsung sebagai pengganti Nasi. 

Kalo untuk ternak itik ini, beliau bekerjasama dengan keluarga2 yang kurang mampu, jadi dibuwatkan dibelakang rumahnya kandang dengan ukuran 2 meter kali 6 meter dan disisi dengan bebek petelur, dan bagi hasil 40-60, dimana beliau mendapatkan bagian 60 persen sedangkan yang menjaga mendapatkan 40 persen, atawa bisa dibilang gaji hariannya. Dan kalo dihitung2 besar juwa pendapatannya, bisa mencapai 5-8 juta perbulannya dari beternah bebek ini. harga seekor bebek yang siap untuk beterlur Rp.60.000 per ekornya  X  100 ekor, = Rp.6.000.000 di tambah dengan pakan Rp.185.000 per karungnya X 3 karung = Rp.555.000 selama 3 bulan, biaya pembuwatan kandang 2,5 juta rupiah. Jadi totalnya kurang lebih 8 juta rupiah.

Kalo untuk keuntungan, harga hintalu itik (baca;telur) per bijinya Rp. 1.800 per bijinya setiap hari ituk bertelur 100 biji jadi pendapatan per hari Rp.180.000 dibagi duwa langsung, dimana 60 persennya atawa Rp. 100 rebunya jadi pemilik dan sisanya milik penjaga kandang dan kalo dikalikan selama 30 hari X Rp. 180.000 = Rp. 5.400.000.     

Itik jenis ini memang kaya ayam petelur kerjanya hanya ba hantalu haja, tidak perlu kawin, yang penting siapkan makanannya makan siap ba hantalu itiknya. Masa bahantalunya cukup panjang sekitar 1,5 tahun dan setelah itu kurang produktif lagi. Dan kalo dijuwal ka warung2 tenda harga itiknya masih laku dijuwal Rp.20.000-Rp.35.000 per ekornya. Kadida ruginya juga kalo bainguan (baca;memelihara) itik ALABIU ini.

Kalo jenis itik Alabiu ini, hintalunya beda dari nang lain. Kalo itik biasa hintalunya kuning telunya itu biasa saja atau kuning biasa, tapi hintalu itik Alabiu ini kuning telunya itu warnanya habang (baca;merah). Biasanya hintalu itik alabiu ini dibuwat jadi hintalu asin (baca: telur asin). Lawan juwa jadi iwak nasi kuning atawa katupat kandangan (baca: lontong banjar) …makyus rasanya. Menu kuliner ini sangat terkenal di Kalimantan selatan, dan ini merupakan kuliner khas dari Kalimantan selatan, khususnya kota KANDANGAN.

Amun kita ka banjar atau ka hulu sungai, apalagi di kandangan kita singgah (baca;mampir) di warung makan, amun paling top markotop dan poll pastinya makan nasi kuning atawa katupat kandangan iwaknya hintalu dari itik alabiu ini,…kadida duwanya am mang ai.

Mau coba makan hintalu itik alabiu?...datang ke  haja ke Kalimantan selatan dan khususnya kota AMUNTAI di kabupaten Hulu Sungai Utara

Selasa, 20 September 2011

JURAGAN GATAH

AHDIANSYAH-Juragan Gatah dari Desa Binderang.

Critaku ini tentang seorang anak desa yang berhasil dan sukses hanya dengan bakabun (baca;kebun) gatah alias karet.  Kemampuannya ini bukan karena ahli dalam berkebun gatah, bukan seorang insiyur pertanian yang handal, bukan seorang kaya yang memiliki duwit banyak, tapi keinginan dan niat merubah hidupnya supaya lebih baik.

Nama beliau ini AHDIANSYAH, tapi dikampung bisa dikiau (baca;panggil) AHDIAN saja. Menurut beliau ini dahulu hidupnya sangat susah, rumah numpang sana numpang sini, ikut keluarga hanya bertahan 3 bulan saja, pindah lagi, dan sempat dibantu oleh desa untuk tinggal di kios tapi tidak bertahan lama, karena kiosnya mau dipakai.

Jadi buwat rumah, asal ada atapnya aja, dinding bisa pakai terpal lantainya langsung dengan tanah sebagaian. Kalo urusan kerja, macam2 dari ngecat rumah orang, ikut jadi honorer sekolah, menyadap gatah orang, bahuma (baca;ladang berpindah) dan akhirnya ikut juwal batubara.


Tapi memang nasib, tiada yang tahu. Jalan hidup itu kata orang bagaikan buwah gatah. Karena kalo buwah gatah itu pasti jauh dari pohonnya, walaupun pohonnya kecil, kurus mau mati, bisa saja anaknya nanti tumbuh besar dan lebat buwahnya, karena kebetulan bijinya yang dilemparkan sewaktu buwahnya memecahkan cangkang buwah, melemparkan biji gatah ketempat yang penuh humus atawa pupuk, sehingga bijinya tumbuh subur dan bagus.

Kira2 begitulah nasib temanku ini, dari yang dahulu tidak memiliki apa2 sekarang sudah lebih dari cukup atau milyader kampung. Punya rumah, punya mobil 2 buwah, punya kebun karet hamper 30 hektar, punya peternakan itik/bebek, punya bengkel, sekarang mau punya perumahan dan rencananya kedepan mau menjadi penyuplay BBM. Tabungan sudah milyaran duwitnya, mantap & top markotop.

Menurut beliau, sewaktu dulu bahuma, bekas ladang ditanami dengan karet sejak tahun 2000-an, dan memang ada juga kebun yang dibeli dari masyarakat dari hasil juwal- menjuwal kebun, tapi pada intinya beliau ini punya rencana jangka panjang. “ selagi saya masih sehat, saya akan berkebun dan buwat kebun lagi dan sepuluh tahun lagi saya akan menikmati hasilnya”, ujarnya sambil menatap hamparan kebun gatahnya yang siap panen. Dalam hatiku semoga apa yang beliau cita-citakan ini menjadi kenyataan, karena tidak begitu jauh, dari tempat kami berdiri ini sudah terlihat tumpukan tanah milik pertambangan batubara, yang kapan saja bisa membabat atau mengusur kabun gatah beliau.

BISNIS GATAH YANG MENGGIURKAN

Aku diajak oleh beliau  keliling kabun gatahnya, beliau manunjukan dimana saja lokasi kebun gatah dan tempat lahan-lahannya. Baik nang sudah ditanam, panen atawa yang masih hanyar (baca;baru) dibuka untuk perluwasan kabun gatahnya. Selain itu juga aku dibawa beliau untuk melihat ternak bebek/itik.

Harga gatah wayah ini sudah mulai merangkak naik kalo dahulu hanyar ba harga Rp 3.000-Rp. 5.000 per kilonya sekrang sudah naik menjadi Rp 12.000-Rp.15.000 per kilonya. Menurut beliau dalam satu hektar satu hari bisa sampai 100 kilogram. Jadi Rp. 12.000 x 100 kilogram =Rp. 1.200.000 kalikan dengan 10 hektar kira-kira sama dengan Rp.12.000.000 per harinya, kalikan dengan 30 hari kerja kurang lebih Rp. 360.000.000 selama satu bulan dan satu tahunnya Rp. 4.320.000.000, wuedan tenan…., gaji siap yang sebesar ini lebih besar dari gaji presiden negeri ini yang cuman 72 juta rupiah per bulannya, menurut kabar bin kabar.

Memang untuk bisa mencapai situasi kaya itu perlu waktu kira-kira 10 tahun, karena karet dari nol tahun sampai bisa di panen (sadap) itu idealnya 7 tahun setelah itu terus-terusan disadap sampai umur 25 tahun.